KESAYANGAN
KITA PADA HEWAN ENAM HURUF
Apa yang Anda pikirkan ketika medengar kata
kucing? Lucu, imut, manis, mungkin itu yang terlintas di pikiran Anda. Kucing termasuk binatang karnivora, yaitu pemakan
daging dan tulang belulang, yang diyakini merupakan keturunan musang yang hidup
pada 50 juta tahun silam yang bernama Miacis. Kucing memang memiliki kemiripan
dengan musang. Terkadang kucing juga doyan
makanan selain daging, seperti tempe, tahu, krupuk, dan lain-lain. Hal tersebut
bisa terjadi karena kucing tersebut tinggal di rumahan. Kucing dikelompokkan
menjadi dua jenis yaitu kucing liar dan kucing yang sudah dijinakkan. Kucing
liar akan lebih ganas dibandingkan dengan kucing rumahan. Sebaliknya kucing
rumahan akan sedikit lebih manja dengan majikannya atau pemiliknya. Kucing juga
mempunyai nama ilmiah, nama ilmiahnya yaitu Felis
silvestris catus.
Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah Saw
bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang
dia ikat dan tidak diberikan makanam bahkan tidak diperkenankan memakan
binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari). Sungguh sangat kejam
wanita itu. Padahal, Nabi telah berkata kepada para sahabatnya bahwa bagi
mereka yang menyakiti hewan ini akan mendapatkan hukuman yang sangat serius.
Bahkan, Nabi telah berpesan kepada sahabatnya agar menyanyangi kucing seperti
menyanyangi keluarganya sendiri. Mueeza, adalah nama kucing kesayangan Nabi. Setiap
Nabi menerima tamu di rumahnya, beliau selalu
menggendong Mueeza dan diletakkan di pahanya. Hal yang paling disukai Nabi dari
Mueeza adalah selalu mengeong ketika mendengar suara adzan seolah-olah
menirukan lantunan adzan tersebut. Tidak
hanya Nabi, istrinya yang bernama Aisyah binti Abu Bakar merasa kehilangan
ketika ditinggal pergi oleh kucing kesanyangannya. Sungguh sangat sayang dan
cinta kepada kucingnya. Selain itu, seorang sahabat yang bernama Abdurrohman bin
Sakhr Al Azdi yang juga merupakan ahli hadis mendapat julukan Abu Hurairah atau
bapak para kucing jantan, karena hobinya
dalam merawat dan menjaga kucing jantan yang ada di rumahnya.
Nabi menekankan bahwa kucing adalah seekor binatang
yang suci. Bahkan diperbolehkan berwudhu menggunakan air bekas minum kucing. Hadist
Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah,
masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang
seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai
kucing itu minum. Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan
bahwa Nabi Saw pergi ke Bathan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan
air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan
menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti
minum lalu berwudhu.
Sisa makanan kucing adalah
suci. Ini akan menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Padahal, Nabi
mengatakan bahwa sisa makanan yang telah dimakan kucing boleh dimakan kita,
asalkan makanan yang disentuh kucing kita bersihkan dahulu. Bagi masyarakat
yang pro pasti akan membuang sisa makanan kucing tersebut, karena dia akan
menganggap bahwa kucing akan menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti
bersin, batuk, pilek, dan lain-lain. Begitu istimewanya kucing bagi Nabi. Diriwayatkan
dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya
memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah,
tenyata Aisyah sedang salat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Begitu
khusuknya beliau ketika salat, sehingga lupa akan makanannya. Terkadang kita sebagai
orang awam, saat salat teringat akan hal-hal yang tadinya lupa, seperti
makanan, lupa meletakkan uang, dan lain-lain. Datanglah seekor kucing, lalu
memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan
kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah
memakannya.
Menurut Sa’id Rafah, seorang dokter hewan dari Damaskus
menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme. Kucing tidak suka air, karena
air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri. Terlebih pada
genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga
kestabilan kehangatan tubuhnya. Kucing juga sering berjemur sambil
menjilat-jilat bulunya dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri
tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman di
tubuhnya.
Dari uraian di atas dapat
kita simpulkan, kita sebagai manusia sebaiknya selalu menjaga binatang-binatang
di sekitar kita, terutama kucing. Janganlah sekali-kali menyakitinya. Tidak
hanya menjaganya, tetapi juga merawatnya, seperti memandikannya, memberikan
tempat untuk hidur, memberikan makanan dan minuman secukupnya, serta merawatnya
ketika sakit. Rawatlah kucing seperti kita merawat diri kita sendiri.