CIRI
DAN JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Jenis media pembelajaran sangatlah beraneka ragam.
Keberagaman tersebut terus berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Dengan bantuan media, maka akan memudahkan guru dalam mengelola
proses pembelajaran. Namun, dalam hal ini perlu ditekankan agar guru mampu
memilih media pembelajaran sehingga tidak merugikan guru maupun siswa.
Pertimbangan dalam memilih media pembelajaran dapat dikaitkan dengan tujuan
instruksional, strategi belajar mengajar, dan sistem evaluasi yang akan
dilaksanakan.
Begitu
banyaknya jenis media pembelajaran, Abuddin Nata (2009) memegang prinsip yang
harus dipertimbangkan dalam memilih media yaitu sebagai berikut:
1. Kesesuaian
dengan tujuan pengajaran
2. Ketepatan
dalam memilih media pengajaran
3. Objektivitas
4. Program
pengajaran
5. Sasaran
program
6. Situasi
dan kondisi
7. Kualitas
teknik
8. Efektif
dan efisien
Sebelum
mengenal dan mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis media, alangkah lebih
baiknya kita mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri media pembelajaran. Menurut
Margaret E.Gendler ada 3 ciri media pembelajaran yang digunakan sekolah dalam
proses pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1. Fiksatif
(Fixitive Property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media
untuk merekam, menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau
objek. Dengan ciri ini memungkinkan bahwa rekaman kejadian atau objek dapat
ditransportasikan tanpa mengenal waktu (dapat ditunjukkan dan diamati kembali
seperti kejadian aslinya).
2. Manipulasi
(Manipulative Property)
Dengan ciri ini media memiliki kemampuan
untuk memanipulasi atau mengubah objek. Selain itu, juga dapat
mentransformasikan suatu kejadian atau objek. Semua kejadian dapat dipercepat
maupun diperlambat. Dengan demikian guru bisa menampilkan bagian-bagian yang penting
atau utama dari materi yang akan disampaikan. Contohnya yaitu: kejadian yang
berlangsung berhari-hari dapat disajikan dalam waktu 2-3 menit dengan teknik
pengambilan gambar time-lapse recourding. Dengan demikikan cara ini
dapat menghemat waktu. Tidak hanya memanipulasi kecepatan suatu objek, tetapi
juga warna, ukuran, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
3. Distributif
(Distributive Property)
Distributif dengan objek atau kejadian
dapat ditransformasikan melalui ruang secara bersamaan. Informasi dalam format
media apapun dapat direproduksi berkali-kali dan siap digunakan secara
bersamaan di berbagai tempat (digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat).
Contohnya: siaran TV atau radio.
Adapun jenis-jenis media pembelajaran yaitu sebagai
berikut:
1. Media
Grafis (Visual)
Media grafis adalah suatu penyajian
secara visual yang menggunakan titik-titik, garis-garis, gambar-gambar,
tulisan-tulisan, atau simbol visual yang lain dengan maksud untuk mengikhtisarkan,
menggambarkan, dan merangkum suatu ide, data atau kejadian. Pesan-pesan yang
disampaikan dituangkan dalam simbol-simbol komunikasi visual. Dalam penggunaan
media ini menekankan pada indra penglihatan. Contohnya: gambar, bagan, grafik,
karikatur, kartun, peta datar, dll.
2. Media
Audio
Kaitannya audio sebagai media
pembelajaran , yaitu suara-suara ataupun bunyi direkam dengan menggunakan alat
perekam suara, kemudian diperdengarkan kembali kepada siswa. Pesan-pesan yang
disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif. Dalam hal ini, lebih
mengutamakan indra pendengaran. Materi pembelajaran yang paling cocok untuk
disampaikan dengan media ini yaitu: Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan,
Sosiologi, Musik, dll.
3. Media
Proyeksi
Media ini memiliki kemiripan dengan
media grafis yaitu sama dalam menyampaikan rangsangan visual, hanya saja media
proyeksi disertai dengan rekaman audio. Pesan yang disampaikan diproyeksikan
dengan proyektor, film rangkai, mikrofis, video, dll.
4. Media
Cetak
Media cetak yaitu segala jenis barang
atau media komunikasi yang dilakukan melalui proses pencetakan yang dapat
digunakan sebagai sarana penyampaian pesan atau informasi. Contoh media cetak
dalam pembelajaran yaitu majalah, buletin, buku paket, surat kabar, dll. Selain
sebagai media pembelajaran media cetak ini juga dapat digunakan sebagai sarana
membentuk opini publik.
Sumber Referensi:
Tatang. 2015. Manajemen
Pendidikan Berbasis Sekolah. Bandung: Pustaka Setia
Rusdiana & Heryati, Yeti. 2015.
Pendidikan Profesi Keguruan. Bandung: Pustaka Setia
Daryanto. 2013. Media
Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media
Tim Dosen/Instruktur PKG PAI SD
STAINU Kebumen. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran PAI Melalui TIK. Kebumen:
STAINU Press
Suryanto. 2015. Pengantar Ilmu
Komunikasi. Bandung: Pustaka Setia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar