Senin, 13 Maret 2017

FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN



FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
Selayaknya media tidak hanya dipandang sebagai alat bantu penyalur pesan dari pemberi pesan (guru, penulis buku, produser, dan sebagainya) kepada penerima pesan (siswa/pelajar). Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh guru tetapi yang lebih penting lagi dapat pula digunakan oleh siswa. Oleh karena itu, sebagai penyalur pesan dalam hal-hal tertentu media dapat mewakili guru menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas, dan menarik. Hal tersebut dapat terlaksana dengan baik walau tanpa kehadiran guru secara fisik.
Dalam hal ini media pembelajaran mempunyai beberapa fungsi yang berguna dalam proses belajar-mengajar. Adapun fungsinya yaitu sebagai berikut:
1.    Fungsi AVA (Audiovisual Aids atau Teaching Aids)
Yaitu memberikan pengalaman yang konkret kepada siswa. Dengan memperoleh pengalaman yang konkret, siswa dapat menangkap objek dan peristiwa tertentu secara lebih nyata. Dengan memberikan peletakan dasar-dasar yang konkret kepada siswa, maka akan muncul inisiatif siswa untuk berpikir secara lebih realistis. Dengan demikian akan membantu mengurangi penyakit verbalisme (dalam bentuk kata-kata tertulis maupun lisan belaka).
2.    Fungsi komunikasi, yaitu sebagai perantara komunikasi antara komunikator (guru) dan komunikan (siswa).
Dengan demikian setelah pesan telah tersampaikan dengan baik maka akan memberikan berbagai nilai positif, diantaranya: dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, seperti objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film, dll. Selain itu, apabila komunikator dapat menyampaikan pesan dengan baik, maka media juga mampu menambah gairah dan memotivasi belajar siswa. Sehingga siswa akan semangat dalam berlatih dan belajar.
3.    Dengan keunikan tiap siswa serta lingkungan dan pengalaman  yang berbeda, kurikulum dan materi pendidikan bersifat sama tiap individu, maka guru banyak mengalami kesulitan apabila harus diatasi sendiri. Persalaman ini dapat diselesaikan dengan media pendidikan yang bertujuan untuk:
1)      Memberikan perangsang yang sama
2)      Mempersamakan pengalaman
3)      Menimbulkan persepsi yang sama.
4.    Media pendidikan merupakan bagian integral dari keseluruhan proses kependidikan. Penggunaannya juga bukan merupakan fungsi tambahan, melainkan fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pendidikan yang lebih efektif dan menciptakan situasi pendidikan yang diharapkan.
5.    Media pendidikan berfungsi mempercepat proses tercapainya tujuan pendidikan. Dengan demikian dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan pendidikan. Bermakna bahwa penggunaan media harus selalu melihat pada tujuan yang hendak dicapai. Sehingga dalam kegiatan belajar-mengajar menggunakan media, siswa dapat menangkap tujuan pendidikan dengan sebaik mungkin. Dengan demikian, akan mempercepat tercapainya tujuan pendidikan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media pendidikan mampu meningkatkan kualitas proses pendidikan.
6.    Dengan menggunakan media dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan video, proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati hanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang berlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati dalam beberapa detik.
7.    Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu objek secara serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang professor dalam waktu yang sama.
8.    Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing. Dengan modul atau pengajaran berprogram, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan kecepatan masing-masing.
            Berbagai cara yang dilakukan oleh guru agar siswanya dapat menerima dan mengolah informasi yang diberikan dengan baik. Salah satu caranya yaitu menggunakan media dalam proses pembelajaran. Perlu diingat bahwa fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang terjadi dalam pembelajaran. Hambatan-hambatan komunikasi yang mungkin terjadi dalam proses pembelajaran yaitu verbalisme (siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya), salah tafsir (istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa), perhatian tidak berpusat (tidak terjadi pemahaman terhadap suatu informasi dan tidak terjadi berpikir logis). Dengan demikian, guru harus mampu menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada siswanya dengan baik menggunakan berbagai media. Serta menggunakan metode sebagai prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.
Sumber Referensi:
Arief S. Sadiman, dkk. 2014. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Tim Dosen/Instruktur PKG PAI SD STAINU Kebumen. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran PAI Melalui TIK. Kebumen: STAINU Press
Hamdani. 2011. Dasar-Dasar Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia
Daryanto. 2013. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar