Jumat, 13 Mei 2016
Sukses UN bukanlah Mimpi, Tapi Dunia Nyata
Memasuki masa putih abu-abu adalah sebuah pilihan. Pilihan setelah usai masa putih biru-biru. Apalagi pilihan tersebut adalah prioritas dan tujuan kita. Pasti, kita akan menjalaninya dengan ikhlas dan niat. Niatlah yang pokok saat menjalani sesuatu. Sepuluh,sebelas, adalah masa yang telah berlalu. Dan saat ini, adalah masa kelas dua belas. “Santai”, tidak ada disini. Hati yang selalu dag-dig-dug. Perasaan yang dialami mereka, saat akan menghadapi ujian nasional.
Hatipun menjadi kacau. Tapi, beruntunglah bagi kalian yang sedang mengalami kekacauan hati. Mengapa? Karena “Kacaunya perasaan seseorang saat menghadapi ujian, berarti ia sedang membangun kembali kepercayaan diri yang baru” (Mario Teguh). Percaya dan yakinlah pada diri Anda sendiri. Ujian itu bagaikan masalah yang harus kita hadapi dan harus kita selesaikan. Sehingga kita dapat naik ke derajat yang lebih tinggi.
Ujian tinggal menghitung hari. Pengumuman SNMPTN tidak lama lagi, ujian tes masuk kerja juga sedang dalam tahap proses. Gelisah, gugup, takut, kacau, itulah yang terlintas dalam pikiran Anda. Berikut ada beberapa tips agar sukses Ujian Nasional:
1. Percayalah pada diri sendiri
Semua soal yang kalian kerjakan adalah benar. Bukan sebuah trend ketika tengok kanan, tengok kiri, balik nelakang. Yakinlah, hadaplah ke depan. Karena konsentrasi kalian tidak akan terganggu. Jawablah semua soal dengan kejujuran. Ini sangat berpengaruh pada masa depan kalian. Jika kalian mendapatkan nilai tersebut dengan cara tidak halal, maka keberkahan nilai akan berkurang. Contoh mencari pekerjaan menjadi susah atau ketika telah mendapatkan pekerjaan tapi hasil upahnya tidak pernah cukup untuk kebutuhan sehari-hari(ini yang dinamakan tidak berkah).
2. Mendekatkan diri pada Allah SWT
Tetaplah laksanakan salat lima waktu, sesibuk apapun kalian jangan pernah kalian melupakan Allah. Karena Dia-lah yang Maha Berkehendak. Perbanyak membaca Al-Quran, Puasa Senin-Kamis, Salat Dhuha, Salat Tahajud, berdzikir, dll. Insya Allah, saat mengalami kesulitan kita dibukakan pintu rezekinya kita untuk mendapat nilai Ujian Naional yang baik, dan sebagainya.
3. Mulailah dengan membaca basmalah dan akhiri dengan bacaan hamdalah
Dengan membaca basmalah berarti niat kita sudah terarah pada Allah. Berushalah sekuat mungkin, hasilnya kita serahkan Yang Maha Kuasa. Jangan gunakan kebiasaan primitive, seperti membawa pensil kepada seorang yang dianggap pintar yang nantinya pensil itu akan menjawab soal-soal tersebut. Mitos, bahkan orang islam menganggapnya musyrik.
4. Mintalah doa dan restu orang tua
Keduanya adalah pokok. Berdoa berarti menaruh harapan kepada-Nya. Untuk proses terkabulnya doa adalah urusan Sang Khalik. Ibarat sebuah pepatah ‘Ridho Allah terletak pada ridho orang tua”. Sama halnya, restu orang tua juga berpengaruh pada kita. Insya Allah, orang tua selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Biasakan budaya cium tangan orang tua sebelum berangkat sekolah, kuliah, dll.
5. Bekali diri Anda dengan pengetahuan
Kuasai dulu dasar-dasar materi yang diajarkan. Perbanyaklah latihan soal. Berusahalah menemukan jawaban sendiri pada soal yang lebih sulit. Buatlah kelompok diskusi belajar dalam kelas, karena dengan berdiskusi ingatan/proses pembelajarannya mudah teringat.
6. Istirahatlah yang cukup
Ketika esoknya ujian kurangi belajar hingga larut malam, dengan tujuan merilekskan pikiran kita agar tidak pusing saat mengerjakan soal. Buang rasa takut, tanamkan percaya diri.
Itulah tips sukses mengerjakan Ujian Nasional, penulis doakan kalian lulus Ujian Nasional dengan nilai yang memuaskan. Diterima di PTN/PTS favorit dan bekerja di perusahaan favorit. Gapailah impian dan cita-citamu. Perjalanan hidup kalian maish panjang. Hargailah sebuah proses. Semangat!!! Sukseskan Ujian Nasional 2016!!!!
Minggu, 08 Mei 2016
3 "WHY" Aswaja
Mengapa kita butuh Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)?
Karena untuk memeluk agama Islam, kita tidak bisa spontan menuju Islam. Tetapi, harus melewati proses-proses / jalan-jalan menempuh Islam yang rahmatal lil alamin yaitu Aswaja. Dimana, Aswaja mempelajari seluk beluk Islam secara lebih mendalam baik dari aspek akidah, tasawuf, pemikiran madzhab,dll.
Mengapa Nahdlatul Ulama memilih Aswaja?
Karena NU sebagai organisasi Islam dengan jumlah anggota terbesar di dunia memerlukan empat prinsip Aswaja yang dijadikan sebagai landasan dan acuan dalam kehidupan. Selain sebagai prinsip, Aswaja merupakan proses menuju Islam.
Mengapa dunia menaruh perhatian atau tertarik pada Aswaja?
Karena mereka menilai bahwa Aswaja adalah paham yang penuh toleransi dan kental akan ukhuwah insaniahnya, seperti tawasuth, tawazun, tasamuh, dan tangadul.
Langganan:
Postingan (Atom)




