TEORI-TEORI
MEDIA
Kata
media berasal dari bahasa latin medium yang berarti perantara, pengantar
atau tengah, yang menunjukkan arti tunggal. Sedangkan dalam pengertian jamak
dipakai istilah media. Istilah media digunakan dalam bahasa Inggris dan diserap
ke dalam bahasa Indonesia, dengan makna lain alat komunikasi, perantara, atau
penghubung.
Eksistensi
media dalam kehidupan manusia memiliki ruang lingkup yang sangat luas,
diantaranya media antarpesona (antarpribadi), media massa (pers, film, radio,
dan televisi) serta media interaktif atau media social melalui komputer yang
disebut internet (international connection networking) yaitu jaringan
dari jejaring komputer di seluruh dunia, sebagai hasil perkembangan ilmu dan
teknologi.
Selain
itu, media juga mempunyai batasan yang
sangat luas. Diantaranya yaitu media pendidikan sebagai alat dan bahan
kegiatan pembelajaran. Karena dalam proses belajar mengajar hakekatnya adalah
proses komunikasi, maka sebagai seorang pendidik harus mengetahui terlebih
dahulu konsep abstrak dan konkret dalam pembelajaran sehingga penyampaian pesan
dari pengantar (komunikator) kepada penerima (komunikan) akan tercapai dengan
baik. Seorang pendidik harus mampu memahami karakteristik masing-masing media sehingga
tidak salah dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Dalam
praktek kehidupan, banyak orang mengatakan bahwa praktek itu lebih mudah
daripada teori. Namun, teori itu juga penting. Alangkah lebih baiknya kita
menguasai teori dan berhasil dalam praktek. Seperti halnya media. Secara umum,
media juga memiliki teori. Teori yang kita jadikan landasan sebelum kita
menguasai atau praktek dalam penggunaan media atau lainnya. Adapun teori-teori
media yaitu sebagai berikut:
1. Teori
Perpanjangan Alat Indra (sense extension theory)
Teori
ini diperkenalkan oleh McLuhan, 1964. Dikatakan teori perpanjangan alat indra
karena eksistensi media dalam berkomunikasi tidak lain dari upaya manusia untuk
melakukan perpanjangan dari telinga dan mata, dalam menjawab tantangan alam.
Dengan kata lain, media antarpesona, media massa dan media interaktif atau sosial
pada hakikatnya adalah perpanjangan alat indra manusia. Dalam teori ini
disebutkan bahwa media adalah pesan (the medium is the message).
Artinya, medium saja sudah menjadi pesan sehingga yang memengaruhi publik,
bukan saja isi pesan yang disalurkan oleh media, tetapi juga jenis media
komunikasi yang digunakan.
2. Teori
Publizistiche Aussage
Dalam
ilmu komunikasi, bahwa bagaimanapun sederhananya sebuah pesan atau pernyataan
kepada publik senantiasa mengandung (publizistiche aussage) yang berisi
suatu kesadaran dan pengaruh. Dengan demikian, setiap pesan atau informasi dan
gagasan yang disampaikan kepada publik, terutama melalui media massa, akan
selalu menimbulkan pengaruh yang luas yang membentuk citra dan opini publik.
3. Teori
Agenda Setting
Teori
ini dikembangkan oleh Maxwell E. Mc Comb dan Donald L.Shaw (1972). Media yang
digunakan sebagai agenda setter dapat membentuk citra dan opini publik
sesuai dengan yang dikehendakinya. Teori ini adalah teori yang mengembangkan
fungsi jaga gerbang (gatekeepers) dari media massa, maka media massa
berperan sebagai agenda setter. Dalam hal ini media diasumsikan memiliki efek
yang sangat kuat, terutama karena asumsi ini berkaitan dengan proses belajar
bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.
4. Teori
Model Peluru
Teori
ini diperkenalkan oleh Laswell, 1948.
Teori ini menganggap bahwa pengaruh media langsung menembak pemirsa.
Dalam perkembangannya, cara pandang model peluru atau linear ini menghasilkan
model komunikasi massa, atau pengaruh psikologis televisi. Penganut teori ini
percaya bahwa pengaruh media massa dapat secara langsung memengaruhi
pemirsanya, khususnya televisi. Hal ini disebabkan karena kemampuan audio
visual yang dimiliki televisi memungkinkan media tersebut mampu menjadi
pengendali pemikiran khalayak, termasuk membangun opini publik dan
anggapan-anggapan lainnya.
5.
Teori Uses and Gratifications (Kegunaan dan
Kepuasan)
Teori ini
pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz (1974). Teori ini
mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan
menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang
aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumber media
yang paling baik di dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Artinya pengguna media
mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya.
6.
Teori The Spiral of Silence
Teori the
spiral of silence (spiral keheningan) dikemukakan oleh Elizabeth Noelle-Neuman
(1976), berkaitan dengan pertanyaan bagaimana terbentuknya pendapat umum. Teori
ini menjelaskan bahwa terbentuknya pendapat umum ditentukan oleh suatu proses
saling mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antar pribadi, dan
persepsi individu tentang pendapatnya dalam hubungannya dengan pendapat
orang-orang lain dalam masyarakat. Dalam arti kesendirian bahwa individu pada
umumnya mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu.
Dengan
demikian, pengajaran akan lebih efektif apabila objek dan kejadian yang menjadi
bahan pengajaran dapat divisualisasikan secara realistik menyerupai keadaan
yang sebenarnya, namun tidaklah berarti bahwa media harus selalu menyerupai
keadaan yang sebenarnya. Sebagai contoh adalah model. Model sekalipun merupakan
gambaran nyata dari objek dalam bentuk tiga dimensi tidak dapat dikatakan realistik
sepenuhnya. Sengguhpun demikian model sebagai media pengajaran dapat memberi
makna terhadap isi pesan dari keadaan yang sebenarnya.
Atas
dasar teori tersebut, maka penggunaan media dalam pengajaran mempunyai
kontribusi tinggi terhadap kualitas pengajaran. Sedangkan secara teoritis
kualitas pengajaran akan memengaruhi kualitas hasil belajar yang dicapai oleh
peserta didik.
Sumber
Referensi:
- Agustina Zubair, dkk. 2011. Media dan Komunikasi Politik. Jakarta:Pusat Studi Komunikasi dan Bisnis Program Pasca Sarjana Universitas Mercu Buana
- Daryanto. 2013. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Gava Media
- Nana Sudjana & Ahmad Rivai. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
- http://www.Teori-teoriMedia_QOECHIL’sQUOTES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar