Senin, 06 Februari 2017
HAKEKAT MANUSIA
Menurut bahasa hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau atas segala sesuatu. Dapat dikatakan bahwa hakikat adalah inti dari segala sesuatu atau yang menjadi jiwa sesuatu. Sedangkan manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah swt. Kesempurnaannya ini memiliki konsekuensi yang sangat besar, yaitu sebagai khalifah di muka bumi ini.
Dalam Al Quran istilah manusia ditemukan dalam 3 kosa kata yang berbeda dengan substansi yang berbeda tetapi maknanya sama yaitu kata basyar, insan, dan an-nas. Kata Basyar disebutkan sebanyak 37 kali, kata Insan disebutkan sebanyak 65 kali, kata An-Nas sebanyak disebutkan 240 kali. Dapat disimpulkan, Al Quran memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis dan sosial. Basyar dikaitkan dengan makhluk biologis sebagaimana dalam Surat Al Hijr ayat 33 (Berkata iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”), kata Insan dikaitkan dengan sifat psikologis sebagaimana dalam Surah Al Alaq ayat 5 (Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya) dan An-Nas menunjuk manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
Tujuan diciptakan manusia semata-mata untuk menyembah kepada penciptanya yaitu Allah swt. Dalam artian, bukan penyembahan dalam aspek ritual saja tetapi juga tunduk terhadap hukum Allah dalam menjalankan kehidupan di muka bumi, baik menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan maupun dengan sesamanya.
Setelah diciptakan, manusia juga memiliki tanggung jawab yang amat besar yaitu sebagai hamba dan khalifah. Sebagai hamba, segala ketaatan, ketundukan dan kepatuhan manusia hanya pantas diberikan kepada Allah swt. “Quu anrusakun waahlikun naran” (jagalah dirimu dan keluargamu dengan iman dari api neraka). Sebagai khalifah, memegang kekuasaan di muka bumi untuk menciptakan kemakmuran dengan mengelola dan menggunakannya sesuai kepentingan secara kreatif dan inovatif. Dan semua kerja keras seorang muslim adalah amal sholeh.
Hakikatnya, manusia adalah seorang individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial serta individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati, dan mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar