Senin, 06 Februari 2017
Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa anak usia dini adalah kelompok manusia yang berumur 0-6 tahun. Sedangkan menurut para pakar pendidikan anak, menjelaskan bahwa anak usia dini adalah kelompok manusia yang berusia 9-8 tahun. Mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yag unik, dalam arti memiliki pola koordinasi motorik halus dan kasar, intelegensi (daya pikir, daya cipta, kecrdasan emosi, dan kecerdasan spiritual), social emosional (sikap dan perilaku serta agama), dan bahasa dan komunikasi khusus sesuaidengan kemampuan masing-masing. Segala aspek partumbuhan dan perkembangan di atas mampu menjadi dasar pembentukan pribadi yang utuh dan berkualitas.
Pendidikan bagi anak usia dini adalah upaya pemberian untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan memberikan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak. Upaya PAUD tidak hanya dari sisi pendidikan saja, tetapi termasuk upaya pemberian gizi dan kesehatan anak sehingga PAUD dikatakan secara terpadu Dn komprehensif.
Upaya PAUD harus disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak dan PAUD meliputi tindakan yang dilakukan pendidik dan orangtua dalam proses perawatan, pengasahan, serta pemberian pendidikan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru, dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak, hendaknya pendidik dan orangtua memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman dengan berbagai suasana.
Tujuan PAUD yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dan guru serta pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan dan perkembangan anak usia dini dan secara khusus tujuan yang ingin dicapai, antara lain:
1. Dapat mengidentifikasi perkembangan fisiologis anak usia dini dan mengaplikasikan hasil idntifikasi tersebut dalam pengembangan fisiologis yang bersangkutan.
2. Dapat memahami perkembangan kreativitas anak usia dini dan usaha-usaha yang terkait dengan perkembangannya
3. Dapat memahami kecerdasan jamak dan kaitannya dengan perkembangan anak usia dini.
4. Dapat memahami arti bermain bagi perkembangan anak usia dini.
5. Dapat memahami pendekatan pembelajaran dan aplikasinya bagi pengembangan anak usia kanak-kanak.
Tujuan PAUD secara umum adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tujuammya antara lain:
1. Anak mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesame. Contoh: Pendidik mengenalkan anak didik bahwa Allah swt menciptakan berbagai makhluk selain manusia, seperti binatang, tumbuhan, dll.
2. Anak mampu mengelola keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus dan gerakan kasar, serta menerima rangsangan sensorik. Contoh: menari, menulis, mewarnai,dll.
3. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa psif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berpikir dan belajar. Contoh: setelah diberikan tema, anak didik diberi kesempatan untuk bertanya/menjawab isi tema.
4. Anak mampu berpikir logis, kritis, memberikanalasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Contoh: mencari pasangan gambar yang berkaitan dengan sebab akibat, lalu anak berusaha memevahkan masalah dan memberikan alasannya.
5. Anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan social, peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosbud, serta mampu mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar, control diri dan rasa memiliki.
6. Anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada, bertepuk tangan, dan menghargai hasil karya yang kreatif. Contoh: anak yang suka dengan musik, ketika mendengarkan lagu maka akan mengikutinya.
Beberapa fungsi pendidikan bagi anak usia dini yang harus diperhatikan yaitu:
• Untuk mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahapan perkembangannya.
• Mengenalkan anak dengan dunia sekitar.
• Mengembangkan sosialisasi anak.
• Mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak.
• Memberikan kesempatan pada anak untuk menikmati masa bermainnya.
• Memberikan stimulus cultural pada anak.
Berikut prinsip pembelajaran pada PAUD, yaitu:
1. Anak Sebagai Pembelajar Aktif
Pendidikan yang dirancang secara kreatif akan menghasilkan pembelajar yang aktif. Proses ini sebagai wujud pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas belajar anak secara aktif (Student Active Learning/Cara Belajar Siswa Aktif).
2. Anak Belajar Melalui Sensori dan Panca Indra
Anak dapat melihat melalui bayanga yang ditangkap oleh matanya, menangkap bunyi melalui telinganya, merasakan panas/dingin lewat perabaannya, membedakan bau mealui hidung , dan mengetahui aneka rasa melalui lidahnya.
3. Anak Membangun Pengetahuan Sendiri
Anak dibiarkan belajar melalui pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang dialaminya sejak lahir dan pengetahuan yang didapatkan selama hidup.
4. Anak Berpikir Melalui Benda Konkret
Anak dirangsang untuk berpikir dengan metode pembelajaran yang menggunakan benda nyata sebagai contoh-contoh materi pembelajaran.
5. Anak Belajar Dari Lingkungan
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan sengaja dan terencana untuk membantu anak mengembangkan poensi secara optimal sehingga anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar